Sejarah Asal Mula Wilayah Kecamatan Undaan Kudus
Sumber: Google (Ilustrasi)
"Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah"
- Ir. Soekarno
Sungguh, pesan bung Karno tersebut membuat kita tercengang, beliau berusaha mengingatkan kepada generasi mudanya untuk selalu belajar sejarah tentang Indonesia. Baik sejarah sebelum kemerdekaan, perjuangan, maupun pasca kemerdekaan. Begitu pentingnya sejarah, beliau mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.
Tentu di setiap wilayah di negeri ini mempunyai sejarah sendiri, termasuk Undaan. Dalam perjalanannya sejarah tidak berdiri sendiri begitu saja, akan tetapi melalui proses panjang dari berbagai pengaruh dan akulturasi berbagai agama, suku, budaya, dan sosial masyarakat.
Baca juga Undaan: Kecamatan Seribu Gapura
Masyarakat meyakini bahwa wilayah Undaan dahulu berada sebelah barat membaur dengan wilayah Demak, tepatnya di sekitar kali wulan. Namun, terjadi banjir bandang besar di tengah pemukiman yang kemudian memisahkan wilayah terbagi menjadi dua. Wilayah tersebut adalah Undaan timur dan Undaan barat dengan kali besar di antaranya. Beberapa tahun kemudian, untuk menghindari luapan kali masing-masing penduduk berpindah menjauhi wilayah sungai dan kemudian membuat tanggul (penahan air).
Salah satu fakta yang membuktikan adalah tentang nama-nama desa yang bersebrangan namun mempunyai nama yang sama. Yakni, desa Medini (Demak) berada di sebelah barat dan Medini (Kudus) berada di sebelah timur, desa Sambung (Demak) berada di sebelah barat dan Sambung (Kudus) berada di sebelah timur, dan lainnya. Namun sejarah ini masih belum bisa dibuktikan secara ilmiah.
Baca juga Proses Penyebaran Islam di Undaan
Setelah berjalannya waktu, kali wulan dijadikan tampak ramai dengan adanya berbagai macam perahu-perahu warga dan penjual untuk berdagang ke kota. Perahu-perahu itu mengarah ke utara sampai di tanjung (pemberhentian) yang berada di kecamatan Jati. Kemudian dilanjutkan perjalanan darat menuju ke kota. Sebelum ada jalan raya, transportasi air sangat diminati masyarakat karena murah dan mampu membawa beban yang banyak.
Undaan,
29 November 2017

Komentar
Posting Komentar